Syarat Implementasi Mapel TIK INFORMATIKA 2019/2020

Syarat Implementasi Mapel TIK INFORMATIKA 2019/2020

Kunci keberhasilan implementasi kurikulum ditentukan oleh guru dan sarana prasarana. Kurikulum yang dirancang dengan baik, tetapi tidak ditunjang oleh guru yang kompeten, tidak akan berhasil.

Ketersediaan guru dan sarana prasarana merupakan faktor penting dalam menentukan implementasi kurikulum Informatika sebagai mata pelajaran. Sekolah perlu melakukan proses identifikasi kesiapan guru berdasarkan kompetensi dan kualifikasi guru informatika, serta sarana/ prasarana TIK yang tersedia.

Kompetensi dan Kualifikasi Guru

Kompetensi guru informatika adalah penguasaan guru terhadap materi yang menjadi bahan kuliah dasar mencakup pada program sarjana rumpun komputing: (1) berpikir komputasi; (2) disiplin ilmu informatika yang terdiri atas lima area pengetahuan, yaitu Teknik Komputer (TK), Jaringan Komputer/Internet (JKI), Analisis Data (AD), Algoritme dan Pemrograman (AP), dan Dampak Sosial Informatika (DSI); serta (3) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kompetensi guru informatika juga ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik guru Informatika dengan kualifikasi akademik sebagai berikut:

  1. Lulusan Program Sarjana Kependidikan terkait komputasi; atau
  2. Lulusan Program Sarjana nonkependidikan terkait komputasi, yang memenuhi persyaratan sebagai guru.

Program studi rumpun komputasi terdiri atas Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Informatika, Teknik Komputer, Teknologi Informasi, dan Manajemen Informatika, atau yang ditetapkan oleh pemerintah.

Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI), Teknik Komputer dan Informatika, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) atau Multimedia (MM), dan yang selama ini mengampu Bimbingan TIK, dapat mengampu mapel Informatika dengan syarat memiliki kualifikasi akademik sebagaimana tersebut di atas. Guru tersebut wajib meningkatkan kompetensi sebagai guru informatika.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang wajib disediakan oleh sekolah untuk menyelenggarakan mapel Informatika sebagai berikut:

  1. komputer (PC, laptop, tablet atau piranti yang lebih sederhana);
  2. jaringan lokal;
  3. aplikasi perkantoran; dan
  4. aplikasi pendukung sesuai dengan kebutuhan, misalnya aplikasi untuk belajar pemrograman

Selain ketersediaan sarana/prasarana tersebut di atas, sekolah disarankan melengkapinya dengan:

  1. laboratorium komputer;
  2. jaringan internet;
  3. Learning Management System (LMS);
  4. kit pendukung praktikum informatika; dan
  5. dokumen tata kelola dan rencana strategis sistem IT sekolah.

Sarana prasarana untuk pembelajaran informatika yang dipakai oleh sekolah, guru maupun peserta didik harus menggunakan perangkat lunak yang legal, boleh freeware atau berlisensi.

Perbedaan Kurikulum TIK dan Informatika 2019/2020

Perbedaan Kurikulum TIK dan Informatika 2019/2020

Muatan/mapel Informatika merupakan perluasan dan pendalaman dari muatan TIK yang pada awal pemberlakuan Kurikulum 2013 yang penerapannya diintegrasikan kepada seluruh mapel melalui pembelajaran berbasis TIK.

Perluasan dan pendalaman tersebut berdampak pada adanya perbedaan mendasar dari cakupan materi, proses pembelajaran, dan tujuan pembelajaran sebagaimana dijelaskan lebih rinci pada perbedaan kurikulum TIK dan Informatika 2019/2020 dibawah.

Kompetensi Informatika tidak hanya menjadikan peserta didik sebagai pemakai (user) dan konsumer saja, melainkan lebih menekankan pada kemampuan mengidentifikasi persoalan-persoalan dan mengusulkan solusinya, kemudian secara kreatif dan inovatif menghasilkan produk-produk teknologi informasi sesuai dengan kaidah keilmuan informatika, rekayasa perangkat keras, perangkat lunak, dan pengolahan data dalam bentuk digital menjadi informasi.

Kompetensi tersebut meliputi kecakapan digital yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (life skill), pemanfaatan teknologi informasi, sampai dengan keilmuan informatika. Proses pembelajarannya dilakukan secara berjenjang, bertahap, dan berkelanjutan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.

Berikut penjelasan ringkas tentang perbedaan pembelajaran TIK sebelum dikeluarkannya Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang KI/KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dibandingkan dengan pembelajaran Informatika yang didefinisikan pada Permendikbud tersebut.

Perbandingan Pembelajaran TIK dan Informatika

Tujuan Pembelajaran

TIK pada Kurikulum 2013

  • Bimbingan TIK dimaksudkan agar peserta didik mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan bidang teknologi informasi dan komunikasi di abad ke-21.
  • Teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja

Informatika

  • Muatan Informatika 2018 ditujukan kepada kemampuan problem solving dan keilmuan informatika, di mana selain teknologi, berpikir komputasional akan bermanfaat untuk mendukung mata pelajaran lainnya bahkan untuk mendukung kecakapan hidup di dunia digital.
  • Tujuan pembelajaran dirancang berkesinambungan mulai dari SD s.d. SMA.
  • SD: Computing for fun, peserta didik memakai TIK dan landasan berpikir komputasional untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (tematik), dan dampak produk TIK ke dirinya. Di tingkat SD, Kemampuan afektif, motorik lebih dipentingkan ketimbang kognitif
  • SMP: Memanfaatkan teknologi, mengalami, mengidentifikasi (seeing in the mind eyes) mengenai konsep teknologi Informasi, menghasilkan produk informatika sederhana, dan memahami dampaknya ke diri dan sekitarnya.
  • SMA: menguasai aspek keilmuan, yaitu problem solving secara efisien dengan mendalami aspek keilmuan informatika yang lebih abstrak, yang diterapkan melalui produk digital dan aspek sosial.

Cakupan Materi

TIK pada Kurikulum 2013

  1. Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi.
  2. Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Informatika

  1. Didasari Computational Thinking.
  2. Konsep ilmu pengetahuan informatika: sesuai 5 area pengetahuan informatika yaitu Sistem Komputer, Jaringan Komputer/Internet, Analisis Data, Algoritme dan Pemrograman, serta Dampak Sosial Informatika.
  3. Praktik lintas bidang, baik lintas area pengetahuan di atas, maupun beririsan dengan bidang lain.
  4. Penggunaan TIK tetap dicakup, namun dengan pendekatan untuk problem solving dan dikaitkan dengan Computational Thinking dan konsep informatika.

Sumber belajar

TIK pada Kurikulum 2013

  • Buku Teks Pelajaran (BTP) yang sudah baku.
  • Buku sekolah elektronik (BSE) yang dinyatakan layak/lulus oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan sumber lain yang relevan.
  • Buku bersifat instruksional yang mengajarkan langkah-langkah pemakaian

Informatika

Buku teks berbahasa Indonesia: karena masih baru, maka masih belum tersedia dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan kurikulum yang dirancang. Selain itu, perubahan yang sangat cepat di bidang informatika, mengakibatkan buku yang statik menjadi cepat usang. Materi yang bersifat online dan dengan mudah disesuaikan lebih cocok untuk menunjang mapel Informatika. Diharapkan dalam waktu 3 tahun akan dapat diperoleh buku yang sesuai.

Bahasa: selain bahasa Indonesia, istilah bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan pada masyarakat informatika, sehingga perlu dikenal peserta didik sebagai bagian dari global competencies peserta didik Indonesia.

Resources: sumber belajar berupa video, tutorial, e-book, latihan soal, contoh proyek yang banyak tersedia dengan lisensi “Creative Common”. Akan diberikan rujukannya pada laman http://litbang.kemdikbud.go.id.

Selain resources berupa satuan-satuan bahan ajar, guru informatika wajib membaca:

  • Buku-buku teks bahan kuliah dasar informatika perguruan tinggi, dan menyampaikan materi sesuai tingkatannya
  • Buku-buku teks untuk Kelas I s.d. Kelas XII yang sudah diterbitkan di negara lain, sebagai acuan sambil membangun buku baku, dibuat “blueprint” acara dan materi pembelajaran sebagai acuan guru, agar guru secara kreatif dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan konteks lokal dan menyampaikannya sesuai dengan kondisi kelas.

Buku peserta didik yang berbasis aktivitas dibuat secara online dengan memilih satuansatuan bahan ajar yang dapat berbeda, dibuat berdasarkan blueprint yang ditulis untuk guru.

Buku guru dibuat berbasis materi, dengan mengacu ke buku teks standar yang saat ini dipakai sebagai kuliah dasar dan pengantar di Perguruan Tinggi.

Proses Pembelajaran

TIK pada Kurikulum 2013

Proses pembelajaran lebih bersifat instruksional, dengan fokus pemakaian kakas (tools).

Informatika

Pembelajaran dilakukan melalui aktivitas pembelajaran berdasarkan STEM dan berpikir komputasional. Peserta didik belajar mengkonstruksi pengetahuan di mana informatika diintegrasikan dalam solusi persoalan.

TIK dipakai sebagai wahana membawa peserta didik untuk menjadi digital citizen dan creative communicator yang madani dan tidak canggung memanfaatkan TIK, serta beretika dan berbudaya dalam menggunakan perangkat TIK.

Dari segi keilmuan informatika, pembelajaran menerapkan HOTS (High Order Thinking Skill) dan STEM. Peserta didik dilatih menjadi computational thinker (menerapkan CT), knowledge constructor (mengkonstruksi pengetahuan dari apa yang diamati, dipertanyakan, dicoba, dieksplorasi, dan disajikan dan diciptakan, serta dalam melakukan proses pembangunan produk TIK), empowered learner (pembelajar berdaya yang tidak hanya belajar dari bahan yang diberikan di kelas, melainkan juga dari sumber daya belajar yang tersedia), mampu berkolaborasi & innovative designer (perancang inovatif) lewat proses belajar dan membangun produk-produk TIK maupun informatika.

sumber : Pedoman Implementasi Muatan/Mata Pelajaran INFORMATIKA KURIKULUM 2013

5 Hal Pemutakhiran Dapodik 2019/2020, Operator Wajib Tau!

5 Hal Pemutakhiran Dapodik 2019/2020, Operator Wajib Tau!

Sekolah sudah memasuki Tahun Ajaran Baru 2019/2020. Semua sekolah telah melakukan proses periodikal pembelajaran mulai dari proses kelulusan siswa, kenaikan tingkat dan juga penerimaan siswa baru.

Semua proses periodikal yang dilaksanakan sekolah tersebut tentunya harus diikuti dengan pemutakhiran data pada sistem pendataan Dapodik karena data sekolah sudah terintegrasi dengan dapodik secara online.

Pemutakhiran sistem pendataan dapodik dilakukan setiap tahunnya untuk menyesuaikan perubahan kebijkan terbaru dari permendikbud.

Pemutakhiran data tujuannya untuk mempersiapkan data-data yang akan digunakan pada instalasi dapodik versi 2020 yang dirilis mendatang. Pemutakhiran data ini sangat penting dilakukan oleh setiap sekolah agar data dapodik tidak mengalami kerusakan yang fatal.

Sebelum operator sekolah menguakan apliksi Dapodikdasmen versi 2020. Berikut 5 hal yang wajib diperhatikan oleh operator sekolah saat dapodik menjelang cut off mempersiapkan pemutakhiran datanya:

  1. Data siswa baru kelas 1, 7, dan 10 diinput kedalam Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 yang digunakan untuk input data Semester 1 Tahun Ajaran 2019/2020.
  2. Proses kelulusan untuk siswa tingkat akhir, yaitu kelas 6, 9 dan 12 akan dilakukan oleh Admin Dapodik Pusat secara otomatis oleh sistem. Jadi operator Dapodik Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN melakukan proses kelulusan pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e.
  3. Sekolah TIDAK DIPERBOLEHKAN menambahkan data siswa baru dan data siswa naik kelas di Tahun Ajaran 2019/2020 pada Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e. Proses memasukkan data siswa baru Tahun Ajaran 2019/2020 dilakukan menggunakan teknik tarik data online melalui Manajemen Sekolah Dapodikdasmen setelah Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 dirilis.
  4. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2020 saat ini sedang dalam tahap pengujian, dan direncanakan akan dirilis pada awal Agustus 2019.
  5. Sinkronisasi menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019.e masih dibuka untuk melakukan perbaikan data Semetser 2 Tahun Ajaran 2018/2019 sampai dengan akhir Juli 2019.

5 hal tersebut diatas sesuai dengan informasi yang ada pada laman resminya. Anda harus benar-benar mengikutinya agar saat melakukan instalasi aplikasi dapodik versi 2020 mendatang bisa sukses.

Silahkan unduh installer aplikasi Dapodikdasmen versi 2020 di laman resminya http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan

Lupa Password Sim PKB? Cara Tepat Minta Password

Lupa Password Sim PKB? Cara Tepat Minta Password

Aplikasi Sim PKB tidak selalu dibuka oleh GTK yang bersangkutan, Pasalnya Sim PKB jarang melakukan update pembaharuan informasi, tidak seperti apliksi Info GTK yang setiap saat dibuka oleh guru untuk melihat informasi tunjangan profesi guru.

Karena adanya informasi untuk segera melakukan update data mapel PKP di aplikasi Sim PKB, bannyak diantaranya GTK yang tidak bisa mengakses akunnya lantaran lupa password untuk login di Sim PKB.

Lupa password biasa terjadi karena data aku Sim PKB yang berisi username dan password yang didapat saat melakukan registrasi bisa jadi hilang karena hanya berupa lembaran. Meskipun Anda tau email yang digunakan untuk login adalah nomor peserta UKG namun untuk password sangat sulit di ingat karena menggunakan kombinasi angka dan nomerik.

Cara Tepat Minta / Reset Password Sim PKB

Yang harus Anda lakukan jika tidak bisa login di Sim PKB adalah melakukan reset password. Namun ketika melakukan reset password, sebelumnya Anda harus ingat email dirrect yang sudah Anda masukkan pada data kotak di bagian menu profil Anda. Jika Anda tidak melakukan hal itu maka Anda tidak akan bisa melakukan reset password.

Nah jika dalam hal ini Anda tidak berhasil melakukan reset password karena email yang Anda masukkan salah meskipun sudah Anda pastikan sesuai dengan email alternatif maka solusinya adalah dengan meminta ulang data akun Sim PKB.

Caranya silahkan hubungi Admin Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat atau Admin P4TK atau Ketua MGMP/KKG/GUGUSTK di wilayah kerja masing-masing, untuk meminta CETAK AKUN Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah melengkapi kelengkapan data akun dengan menambahkan email alternatif pada menu profil bagian data kontak sebagai email dirrect ketika Anda melakukan reset password.

Sebagai langkah lebih amannya setelah Anda mendapatkan salinan akun username dan password Sim PKB Anda, selanjutnya serahkan pada operator sekolah untuk disimpan dengan data Dapodik Anda, jika terjadi kelupaan Anda bisa minta langsung ke operator sekolah.

Selamat mencoba, semoga berhasil dan Anda bisa login kembali di akun Sim PKB untuk melakukan verval data mapel PKP.

Info GTK Valid Status Data 16 SKTP Belum Terbit

Info GTK Valid Status Data 16 SKTP Belum Terbit

Cara mengatasi lembar validasi info GTK yang sudah valid dengan status data 16 atau SKTP belum dapat diterbitkan karena belum diusulkan oleh operator Simtun dinas Kab/Kota setempat.

Kasus info GTK untuk periode Januari-Juni 2019 triwulan I dan II ini masih menyisahkan kesedihan bagi beberapa guru yang tunjangan profesinya belum juga dicairkan sampai memasuki triwulan ke III bulan Juli-September 2019.

Banyak diantara guru yang mengatakan bahwa Info GTK nya sudah dinyatakan valid by sistem namun hal ini belum juga diterbitkan SKTP nya. SKTP sangat penting bagi guru karena pencairan TPG berdasarkan SKTP yang telah dikeluarkan oleh Dirjen GTK pusat.

Baca : cara cek status pembayaran tpg 2019 guru swasta

Bagi Anda yang info GTK nya dinyatakan valid namun belum juga terbit SKTP segera lakukan pengusulan ke operator simtun Dinas Kab/Kota setempat, tanpa melakukan pengusulan maka selamanya SKTP Anda tidak akan diterbitkan.

Sebelum Anda benar-benar mengusulkan penerbitan SKTP ke Simtun Dinas, sebaiknya periksa dengan cermat sekali lagi lembar validasi info GTK Anda. Karena meskipun dinyatakan valid jika JJM Anda kurang dari ketentuan Dapodik (24 jam) maka Operator simtun tidak berani mengusulkannya.

Info GTK yang sudah dinyatakan valid namun masih status 16 belum terbit SKTP kebanyakan masalahnya terjadi pada bagian pemenuhan jam tugas tambahan yakni jam tugas tambahan sebagai pembina maupun mengambil jam wali kelas.

Jadi, saya melihat referensinya di sini : Cara Memastikan Data Tugas Tambahan di Dapodik Valid

Pertama yang perlu Anda perhatikan, usahakan memenuhi 24 JJM untuk mapel utama atau menggunakan mapel tambahan yang masih linier dengan mapel utama misalnya : mapel peminatan Biologi, Kimia, Fisika, Ekonomi linier dengan mapel PKWU.

Kedua jika memaksa untuk memakai jumlah jam tugas tambahan seperti pembina pramuka, osis, ekstakurikuler yang lainnya maksimalkan hanya satu jika jumlah rombel pada sekolah Anda kecil. Jika memakai tugas tambahan lebih maka junlah jamnya tidak akan terbaca di info GTK.

Baca : Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. Unduh

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH. unduh

Nah, sekarang Anda bisa melakukan perubahan jika masalah tersebut terjadi pada info GTK Anda. Masih ada kesempatan sebelum Dapodik melakukan cut off untuk semester genap 2018/2019. Sehingga realisasi pembayaran TPG Anda akan disalurkan pada pembayaran cary over.