4 Prioritas Pendidikan 2020-2024

Posted on

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi Presiden Indonesia untuk memenuhi sasaran dan target bidang pemberdayaan manusia dan kebudayaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim turut hadir pada rapat konsolidasi percepatan visi dan misi Presiden, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di kantor Kementerian PMK.

Di depan Menko PMK, Mendikbud memaparkan empat prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan dilakukan pada RPJMN 2020-2024.

1. Ketepatan Pembelajaran anak dengan studi badan.

Mendikbud akan mengecek ketepatan apakah yang diberikan oleh kementerian terserap oleh para peserta didik dan tenaga pendidik. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar hasil dan dampak dapat terpantau.

“Satu, konsep yang sangat penting itu adalah studi badan-badan. Semua peraturan dan penggunaan dana kita dan resource kita harus dicek, apakah benar-benar berdampak pada pembelajaran murid? Apa hasilnya dan dampaknya?,” ujar Mendikbud.

2. Struktur kelembagaan.

Mendikbud menganggap bahwa struktur kelembagaan baik internal maupun eksternal badan akan mendukung tujuan pembelajaran. Struktur kelembagaan ini menurut Mendikbud, bisa berdampak positif juga terhadap kualitas pembelajaran.

3. Revolusi Mental

Mendikbud mengatakan prioritasnya adalah menggerakkan revolusi mental di masyarakat. Mendikbud menyampaikan untuk menyukseskan program revolusi mental, tidak dapat hanya dilakukan di sistem institusi pendidikan saja, tetapi juga masyarakat luas. “Jadi pengembangan karakter itu tidak hanya dari kurikulum saja, tidak hanya dari cara mengajar guru tetapi juga masyarakat luas. Ini yang akan kami kembangkan pada tahun ini,” ujarnya.

4. Pengembangan teknologi.

Perkembangan teknologi ini, menurut Mendikbud akan membantu guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. “Pengembangan teknologi yang harus saya fokuskan, banyak sekali yang mengira pengembangan teknologi adalah mungkin untuk menggantikan guru masuk. Itu salah total.

Fokus dari teknologi ini adalah untuk membantu semua manusia dalam sistem untuk melaksanakan tugasnya dengan cara yang lebih baik.

Teknologi itu untuk memperbaiki, meng-enhance, meningkatkan kapasitas, bukan untuk me-replace, bukan untuk menggantikan kebiasaan. Melalui platform teknologi inilah kita akan mulai tetap fokus pada pengembangan,” terang Mendikbud.

Untuk mewujudkan keempat prioritas tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy menuturkan dibutuhkan kerja sama dan gotong royong dari seluruh kementerian-kementerian, khususnya kementerian di bawah koordinasi Menko PMK.

“Misalnya untuk Program Penguatan Karakter (PPK). Itu Perpresnya yaitu Perpres Nomor 87 Tahun 2017, dan itu harus dilakukan bukan hanya untuk satu kementerian tapi semua menteri terkait. Nah, ini nanti juga saya minta kita berkoordinasi untuk benar-benar merealisasikan PPK dalam rangka Revolusi Mental. Semua kementrian wajib melakukannya karena itu label untuk Perpres.” ungkapnya. source https://gtk.kemdikbud.go.id/

Gambar Gravatar
Belelajar menulis secara online semoga bermanfaat untuk orang lain. Berkah untuk semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *