Juknis PBS Disabilitas Sekolah Inklusif

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi. Setiap warga negara tanpa memandang perbedaan termasuk yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, berhak memperoleh pendidikan yang bermutu.

Pemerintah wajib menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu dan wajib memberikan akses kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus.

Pendidikan inklusif merupakan salah satu strategi pemberian akses pendidikan kepada semua anak termasuk siswa penyandang disabilitas. Pendidikan inklusif menempatkan semua pemangku kepentingan secara bersama-sama mengembangkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi semua anak.

Keberadaan siswa penyandang disabilitas pada satuan pendidikan reguler memerlukan perhatian dan penanganan tersendiri sesuai dengan kondisinya. Untuk itu diperlukan program pembelajaran yang bersifat individu kepada setiap siswa sesuai dengan kesulitan dan keterbatasan yang dimiliki.

Dalam rangka mengembangkan program pembelajaran yang dapat mengakomodasikan kondisi siswa penyandang disabilitas, maka perlu dilakukan identifikasi terhadap data dan informasi siswa untuk memperoleh profil belajarnya.

Program INOVASI dan TASS (Technical Assistant for Education System Strengthening) di bawah Program Kementriaan Indonesia – Australia, bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, telah mengembangkan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Lombok Tengah), Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Probolinggo), dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kabupatan Sumba Timur).

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pembuatan Instrumen Profil Belajar Siswa. Penyusunan Panduan dan Instrumen Profil Belajar Siswa melibatkan guru sekolah dan madrasah di Kabupaten Lombok Tengah, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten, perwakilan dari Kantor Kementerian Agama dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama.

Instrumen Profil Belajar Siswa (PBS) merupakan salah satu peralatan yang dapat membantu identifikasi anak berkebutuhan khusus.

Data dan informasi dari PBS menjadi dasar bagi guru untuk menyusun program pembelajaran individual, bagi sekolah untuk menyusun program layanan anak berkebutuhan khusus, dan bagi pemerintah daerah untuk menyusun program dan kebijakan terkait layanan pendidikan inklusif.

Data dari Profil Belajar Siswa di tingkat pusat dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana pemenuhan kebutuhan guru pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan khusus.

Panduan penyusunan profil belajar siswa disusun sebagai pedoman bagi semua pihak terkait, sekolah dalam melakukan identifikasi dan mencatat kondisi setiap anak, sehingga dapat memberikan layanan pendidikan yang dapat mengoptimalkan potensi setiap anak sesuai dengan kondisinya.

Profil Belajar Siswa

Add a Comment