Mendikbud Nadiem Makarim: Akses Pendidikan Berkualitas Guru di Era 4.0

Posted on

Program digitalisasi sekolah Peningkatan Kapasitas Guru di Era 4.0 akan didukung dan ditindaklanjuti dengan peningkatan kompetensi guru, khususnya di bidang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Hal ini karena guru merupakan ujung tombak dan penentu keberhasilan program digitalisasi sekolah untuk mempercepat terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Kunci berhasil atau tidaknya program digitalisasi sekolah ada pada guru. Jadi kompetensi guru harus baik. Guru harus belajar tiap hari baik bersama instruktur, belajar sendiri, ataupun belajar dengan koleganya dalam asosiasi guru,” tutur Mendikbud.

Menurut Mendikbud, peran guru di era revolusi industri 4.0 semakin penting dan vital. “Guru tidak hanya mengajar, namun sekarang guru harus menguasai sumber-sumber dimana anak-anak bisa belajar. Anak-anak bisa belajar dari mana saja, dan guru mengarahkan.” Dengan kata lain guru berfungsi sebagai penghubung sumber belajar atau resource linker.

Guru juga berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. “Peran guru memfasilitasi, mencari narasumber yang relevan, siswa harus belajar dengan siapa, kemudian memerlukan fasilitas apa.”

Selain itu, peran guru yang juga sangat penting adalah sebagai penjaga gawang informasi atau gate keeper. “Informasi mana yang membahayakan harus dibendung oleh guru. Ancaman kita semakin lama sangat besar, pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” imbuh Mendikbud.

Oleh karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensinya, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Mulai sekarang saya mohon kepada guru untuk mulai mempelajari dan menguasai materi yang tersedia di portal Kemendikbud, khususnya yang ada di dalam platform Rumah Belajar. Itu gratis tidak perlu membayar,” pesan Mendikbud.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku belum memiliki inovasi baru untuk menjalankan kementerian di bidang pendidikan tersebut. Namun, menurut Nadiem, karena ia merasa dirinya merupakan generasi milenial dan memiliki latar belakang teknologi, ia akan memastikan membawa perubahan Kemendikbud ke arah sana.

“Tapi saya belum bisa mention, apa rencana saya yang saya lakukan apa,” kata Nadiem saat setelah serah terima jabatan Mendikbud di Kemendikbud. Ia menilai lembaganya harus membangun suatu sistem pendidikan yang berdasarkan kompetensi, bukan hanya informasi saja.

Yang berikut, ia akan mengikut arahan Presiden Joko Widodo untuk membangun sistem pendidikan yang berkesinambungan dengan dunia industri. “Yang kedua harus relevansi, Presiden selalu bilang link and match antara industri dan institusi pendidikan. Relevansi dari skill-skill tersebut yang kita pelajari harus relevan,” katanya.

Gambar Gravatar
Belelajar menulis secara online semoga bermanfaat untuk orang lain. Berkah untuk semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *