Perbedaan Kurikulum TIK dan Informatika 2019/2020

Muatan/mapel Informatika merupakan perluasan dan pendalaman dari muatan TIK yang pada awal pemberlakuan Kurikulum 2013 yang penerapannya diintegrasikan kepada seluruh mapel melalui pembelajaran berbasis TIK.

Perluasan dan pendalaman tersebut berdampak pada adanya perbedaan mendasar dari cakupan materi, proses pembelajaran, dan tujuan pembelajaran sebagaimana dijelaskan lebih rinci pada perbedaan kurikulum TIK dan Informatika 2019/2020 dibawah.

Kompetensi Informatika tidak hanya menjadikan peserta didik sebagai pemakai (user) dan konsumer saja, melainkan lebih menekankan pada kemampuan mengidentifikasi persoalan-persoalan dan mengusulkan solusinya, kemudian secara kreatif dan inovatif menghasilkan produk-produk teknologi informasi sesuai dengan kaidah keilmuan informatika, rekayasa perangkat keras, perangkat lunak, dan pengolahan data dalam bentuk digital menjadi informasi.

Kompetensi tersebut meliputi kecakapan digital yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (life skill), pemanfaatan teknologi informasi, sampai dengan keilmuan informatika. Proses pembelajarannya dilakukan secara berjenjang, bertahap, dan berkelanjutan mulai dari SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.

Berikut penjelasan ringkas tentang perbedaan pembelajaran TIK sebelum dikeluarkannya Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang KI/KD Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dibandingkan dengan pembelajaran Informatika yang didefinisikan pada Permendikbud tersebut.

Perbandingan Pembelajaran TIK dan Informatika

Tujuan Pembelajaran

TIK pada Kurikulum 2013

  • Bimbingan TIK dimaksudkan agar peserta didik mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan bidang teknologi informasi dan komunikasi di abad ke-21.
  • Teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja

Informatika

  • Muatan Informatika 2018 ditujukan kepada kemampuan problem solving dan keilmuan informatika, di mana selain teknologi, berpikir komputasional akan bermanfaat untuk mendukung mata pelajaran lainnya bahkan untuk mendukung kecakapan hidup di dunia digital.
  • Tujuan pembelajaran dirancang berkesinambungan mulai dari SD s.d. SMA.
  • SD: Computing for fun, peserta didik memakai TIK dan landasan berpikir komputasional untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (tematik), dan dampak produk TIK ke dirinya. Di tingkat SD, Kemampuan afektif, motorik lebih dipentingkan ketimbang kognitif
  • SMP: Memanfaatkan teknologi, mengalami, mengidentifikasi (seeing in the mind eyes) mengenai konsep teknologi Informasi, menghasilkan produk informatika sederhana, dan memahami dampaknya ke diri dan sekitarnya.
  • SMA: menguasai aspek keilmuan, yaitu problem solving secara efisien dengan mendalami aspek keilmuan informatika yang lebih abstrak, yang diterapkan melalui produk digital dan aspek sosial.

Cakupan Materi

TIK pada Kurikulum 2013

  1. Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi.
  2. Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

Informatika

  1. Didasari Computational Thinking.
  2. Konsep ilmu pengetahuan informatika: sesuai 5 area pengetahuan informatika yaitu Sistem Komputer, Jaringan Komputer/Internet, Analisis Data, Algoritme dan Pemrograman, serta Dampak Sosial Informatika.
  3. Praktik lintas bidang, baik lintas area pengetahuan di atas, maupun beririsan dengan bidang lain.
  4. Penggunaan TIK tetap dicakup, namun dengan pendekatan untuk problem solving dan dikaitkan dengan Computational Thinking dan konsep informatika.

Sumber belajar

TIK pada Kurikulum 2013

  • Buku Teks Pelajaran (BTP) yang sudah baku.
  • Buku sekolah elektronik (BSE) yang dinyatakan layak/lulus oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan sumber lain yang relevan.
  • Buku bersifat instruksional yang mengajarkan langkah-langkah pemakaian

Informatika

Buku teks berbahasa Indonesia: karena masih baru, maka masih belum tersedia dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan kurikulum yang dirancang. Selain itu, perubahan yang sangat cepat di bidang informatika, mengakibatkan buku yang statik menjadi cepat usang. Materi yang bersifat online dan dengan mudah disesuaikan lebih cocok untuk menunjang mapel Informatika. Diharapkan dalam waktu 3 tahun akan dapat diperoleh buku yang sesuai.

Bahasa: selain bahasa Indonesia, istilah bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan pada masyarakat informatika, sehingga perlu dikenal peserta didik sebagai bagian dari global competencies peserta didik Indonesia.

Resources: sumber belajar berupa video, tutorial, e-book, latihan soal, contoh proyek yang banyak tersedia dengan lisensi “Creative Common”. Akan diberikan rujukannya pada laman http://litbang.kemdikbud.go.id.

Selain resources berupa satuan-satuan bahan ajar, guru informatika wajib membaca:

  • Buku-buku teks bahan kuliah dasar informatika perguruan tinggi, dan menyampaikan materi sesuai tingkatannya
  • Buku-buku teks untuk Kelas I s.d. Kelas XII yang sudah diterbitkan di negara lain, sebagai acuan sambil membangun buku baku, dibuat “blueprint” acara dan materi pembelajaran sebagai acuan guru, agar guru secara kreatif dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan konteks lokal dan menyampaikannya sesuai dengan kondisi kelas.

Buku peserta didik yang berbasis aktivitas dibuat secara online dengan memilih satuansatuan bahan ajar yang dapat berbeda, dibuat berdasarkan blueprint yang ditulis untuk guru.

Buku guru dibuat berbasis materi, dengan mengacu ke buku teks standar yang saat ini dipakai sebagai kuliah dasar dan pengantar di Perguruan Tinggi.

Proses Pembelajaran

TIK pada Kurikulum 2013

Proses pembelajaran lebih bersifat instruksional, dengan fokus pemakaian kakas (tools).

Informatika

Pembelajaran dilakukan melalui aktivitas pembelajaran berdasarkan STEM dan berpikir komputasional. Peserta didik belajar mengkonstruksi pengetahuan di mana informatika diintegrasikan dalam solusi persoalan.

TIK dipakai sebagai wahana membawa peserta didik untuk menjadi digital citizen dan creative communicator yang madani dan tidak canggung memanfaatkan TIK, serta beretika dan berbudaya dalam menggunakan perangkat TIK.

Dari segi keilmuan informatika, pembelajaran menerapkan HOTS (High Order Thinking Skill) dan STEM. Peserta didik dilatih menjadi computational thinker (menerapkan CT), knowledge constructor (mengkonstruksi pengetahuan dari apa yang diamati, dipertanyakan, dicoba, dieksplorasi, dan disajikan dan diciptakan, serta dalam melakukan proses pembangunan produk TIK), empowered learner (pembelajar berdaya yang tidak hanya belajar dari bahan yang diberikan di kelas, melainkan juga dari sumber daya belajar yang tersedia), mampu berkolaborasi & innovative designer (perancang inovatif) lewat proses belajar dan membangun produk-produk TIK maupun informatika.

sumber : Pedoman Implementasi Muatan/Mata Pelajaran INFORMATIKA KURIKULUM 2013

Update:

Add a Comment