UN SMP/MTs Diikuti 4.2 Juta Siswa

Siswa SMPN 1 Banyuwangi mengikuti UNBK pada sesi pertama untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ujian Nasional SMP/MTs dilaksanakan mulai tanggal 22-25 April 2019, kecuali di tiga Provinsi Papua, Papua Barat, dan NTT dilaksanakan mulai tanggal 23-26 April 2019 karena tanggal 22 April masih hari libur daerah untuk perayaan Hari Paskah.

Sebanyak 4.279.008 siswa SMP/MTs menempuh Ujian Nasional (UN) mulai hari ini, Senin sampai dengan Kamis (22-25 April 2019). Moda UN tahun ini menggunakan UN Berbasis Komputer (UNBK) dan UN Berbasis Kertas dan Pensil (UNK). Peserta UNBK SMP/MTs sebanyak 3.581.169 (83%), sisanya 697.839 (16.3%) siswa masih menggunakan moda UNKP. UN tahun ini dilaksanakan di 56.505 SMP/MTs. Dari jumlah sekolah/madrasah tersebut, sebanyak 43.836 (78%) sekolah/madrasah telah menggunakan moda UNBK.

Menurut Bambang Suryadi Ketua BSNP, khusus Provinsi Papua, Papua Barat, dan NTT, UN SMP/MTs baru dimulai besok. “UN SMP/MTs di tiga provinsi ini dilaksanakan mulai tanggal 23-26 April 2019. Hal ini karena pada tanggal 22 April, di tiga provinsi tersebut, sesuai kebijakan Gubernur masing-masing provinsi,  merupakan hari libur daerah untuk merayakan  Hari Paskah”.

Anggota BSNP, tambah Bambang, melakukan pemantauan pelaksanaan UN di beberapa daerah. Diantaranya adalah daerah Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Surakarta (Jawa Tengah), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banyuwangi (Jawa Timur), Ambon (Maluku), dan  Mamuju (Sulawesi Barat).

Zaki Su’ud anggota BSNP yang melakukan pemantauan UN di SMPN 1 Ambon melaporan secara umum lancar,  tapi sempat ada keterlambatan token sekitar 30-45 menit. Sementara itu di salah satu ruang ujian servernya sempat mati. Namun, masalah ini akhirnya bisa diatasi dan tidak mengganggu peserta UN pada sesi berikutnya.

Sementara itu, dari Banyuwangi Kiki Yuliati Sekretaris BSNP melaporkan ada sedikit keterlambatan token, namun tidak lebih dari 15 menit, token akhirnya berhasil diunduh dan siswa mulai melaksanakan UN.  Demikian juga, Khomsiyah yang melakukan pemantauan di SMPN 1 Surakarta, sesi pertama UNBK berjalan lancar.

Sesuai dengan POS UN, materi yang diujikan pada hari ini adalah Bahasa Indonesia dan pada hari berikutnya adalah  Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Ada satu materi yang diujikan setiap hari dengan durasi waktu 120 menit. Ada perbedaan waktu pelaksanaan UNBK dan UNKP. Sesi pertama  pelaksanaan UNBK  dimulai pada pukul 07.30-09.30, sesi kedua pukul 10.30-12.30, dan sesi ketiga pukul 14.00-16.00. Namun, untuk sekolah/madrasah yang melaksanakan UNKP, ujian dimulai pada pukul 10.30-12.30.

Adanya perbedaan waktu pelaksanaan UNBK dan UNKP ini disebabkan jumlah sesi yang berbeda. Ada tiga sesi untuk UNBK dan hanya ada satu sesi untuk UNKP. Hikmah yang bisa diambil dari penjadwalan ini adalah supaya ketua panitia UN di tingkat satuan pendidikan memiliki waktu yang cukup untuk mengambil soal dari tempat penyimpanan soal. Mereka tidak perlu berangkat pagi-pagi sebelum shalat subuh. Hikmah lainnya adalah, peserta UN SMP memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan dalam UN, kepada para Kepala Sekolah/Madrasah, pengawas ruang, dan peserta UN diminta untuk mematuhi tata tertib UN. Perlu diingat bahwa integritas dalam pelaksanaan UN wajib diterapkan.

Selain itu, tata tertib UN  juga ditempel di pintu masuk ruang ujian dan pengawas mengecek setiap siswa yang masuk ke ruang ujian untuk memastikan tidak ada siswa yang membawa alat elektronik, seperti kalkulator atau HP. Setiap pelaku pelanggaran (kecurangan)  POS UN akan diberikan sanksi sesuai dengan POS.

Terkait dengan pasokan daya listrik, Kemdikbud telah berkoordinasi dng PLN untuk memastikan pasokan  daya listrik tidak ada gangguan selama UNBK berlangsung. Sebagian sekolah, menyediakan gen set sebagai cadangan  jika terjadi gangguan pasokan listrik.

Secara terpisah Mochamad Abduh Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) mengatakan, khusus peserta UNBK, siswa diminta mengisi form kesediaan untuk melaksanakan ujian dengan penuh integritas sesuai dengan tata tertib UN. Pengisian form ini dilakukan sebelum mereka memulai menjawab soal ujian. 

05-Hari Pertama UN SMP Lancar Bagi peserta UN yang tidak bisa mengikuti ujian pada tanggal 22-25 April 2019 karena alasan tertentu dan dibuktikan dengan alasan yang sah, dapat mengikuti UN Susulan pada tanggal 29-30 April 2019. Hasil UN SMP/MTs akan diumumkan di satuan pendidikan pada tanggal 27-28 Mei 2019.

Add a Comment